Kota Bekasi Dapat Penghargaan Smart City, tapi Bukan yang Terbaik – Klik Bekasi

Kota Bekasi Dapat Penghargaan Smart City, tapi Bukan yang Terbaik

Kota Bekasi menerima penghargaan Smart Region dalam Indonesia Smart Nation Award (ISNA). Sayangnya, Kota Bekasi belum bisa menjadi juara.

Malam penganugerahan ISNA dilaksanakan di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2015). Acara ini merupakan kerja sama dari Citiasia inc, Indosat dan Datacomm sebagai penggagas dan mendapat dukungan dari Kemendagri serta DPD RI.

Kota Bekasi masuk dalam kategori kota besar yang memiliki penduduk lebih dari 800.000. Ada 18 kota di Indonesia yang masuk kategori ini.

Panitia kemudian menyusun urutan daerah berdasarkan tingkat kematangan Smart City. Kota yang masuk lima besar itu pun diundang ke Jakarta untuk menerima penghargaan.

Kota yang diundang antara lain Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Semarang, dan Kota Surabaya. Di sanalah panitia menyebutkan urutan sebenarnya.

Indeks kematangan Smart City tertinggi diraih Kota Surabaya, disusul Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Bekasi, dan Kota Depok.

Metode penyusunan

Founder dan Chairman Citiasia Cahyana Ahmadjayadi mengatakan, indeks kematangan Smart City dihitung dari dua indeks penyusun, yaitu indeks kesiapan menuju daerah pintar (smart readiness index) dan indeks kinerja daerah pintar (smart region index).

Di dalam smart readiness index, terdapat lima dimensi yang diukur, yaitu sumber daya alam, struktur, infrastruktur, suprastruktur dan kultur sebuah daerah.

Sedangkan pada smart region index, terdapat enam dimesi yang diukur yaitu dimensi smart governance, smart branding, smart living, smart society, dan smart environment. Pada akhirnya, nilai indeks ini akan ditampilkan dalam bentuk rating.

Untuk menyusun indeks tersebut, pihaknya menyelidik data yang terpublikasi dari berbagai sumber seperti data kementerian atau lembaga, web resmi pemerintah daerah beserta analisis 72 media cetak nasional dan lokal serta 100 media online.

“Metode big data analytic yang dikembangkan oleh Citiasia Inc, yang disebut Big CAT, memungkinkan diolahnya data berskala masif dan beragam secara cepat dan akurat. Ini kelebihan penyusunan indeks ini,” kata Cahyana.

Sementara itu, Ketua Dewan Juri ISNA 2015 Eko Indrajit menegaskan, indeks ini berguna untuk memberikan gambaran komprehensif tentang kondisi suatu kota, kabupaten, provinsi dalam sebuah ukuran yang mudah untuk dipahami.

“Pemerintah daerah bisa memanfaatkan indeks ini sebagai alat ukur dan rekomendasi untuk melakukan berbagai inisiatif dalam pembangunan di daerahnya agar dapat menjadi daerah pintar,” ujarnya. (Res)

Jangan sungkan untuk berkomentar, ya!