Kader Parpol Nyalon Direksi PD Migas, Tim Seleksi: Kami Tidak Tahu – Klik Bekasi

Kader Parpol Nyalon Direksi PD Migas, Tim Seleksi: Kami Tidak Tahu

Tim Seleksi calon direksi PD Migas Kota Bekasi mengaku tidak tau menahu soal latar belakang peserta seleksi calon direksi PD Migas yang berasal dari anggota partai politik penguasa yakni Golkar dan PKS.

“Saya tidak mengetahui latar belakang mereka dari mana saja dan dari parati mana saja, saat mendaftar dan memberikan lamaran sudah sesuai dengan persayaratan maka kami terima, masa kami menolak,” ujar Sekretaris Tim Seleksi Muhammad Solihin, yang juga Kasubah Ekbang Pemkot Bekasi.

Dirinya juga menampik jika dalam proses seleksi calon direksi PD Migas ada intervensi partai penguasa untuk meloloskan peserta seleksi yang notabene kader partai politik.

“Jadi tidak ada dalam seleksi ini intervensi partai penguasa, yang jelas saat mereka mendaftar dan lamarannya sesuai dengan persyaratan dan kami terima,”ungkapnya.

Dia mengatakan, saat ini para calon direksi tinggal menunggu Fit and Proper Test. Dalam prosesnya tim seleksi memilih menunda sebab ada perubahan susunan tim seleksi lantaran ada mutasi jabatan beberapa waktu lalu.

“Asda II yang dulu di sisi oleh Aceng Solahudin sekarang diisi Suarli yang menjabat sebagai Sekretaris dalam seleksi PD Migas, selanjutnya ada BKD yang dulu di isi oleh Momon Sulaiman sekarang di isi oleh Reny dan juga kabag Ekbang yang dulu di isi oleh Lingdom sekarang di isi oleh Bambang,” Kata dia.

Ditambahkan olehnya, setelah Fit and Proper Test dilangsungkan, tim seleksi selanjutnya melaporkan hasilnya kepada Wali Kota Bekasi untuk ditetapkan siapa yang akan menduduki jabatan di PD Migas.

“Keputusan finalnya ada di Wali Kota Bekasi,” kata dia.

Sebelumnya, banyak pihak mengkritisi proses seleksi di PD Migas yang mana banyak kader partai politik ikut dalam proses seleksi serta dinyatakan lulus. Adapun nama-nama tersebut antaralain Heri Budisusetyo (Golkar), Sutriyono (PKS) dua orang ini bersaing untuk memperebutkan kursi Direktur Utama PD Migas. Begitu juga Syarifudin Merin (Golkar) dan Eka Widiyani (PKS) yang tengah bersaing untuk pos Direktur Umum dan Keuangan. (Ical)

Jangan sungkan untuk berkomentar, ya!